GOOGLE ADSENSE

AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik.
Selain menyediakan iklan-iklan dengan sistem bayar per klik, Google AdSense juga menyediakan AdSense untuk pencarian (AdSense for Search) dan iklan arahan (Referral). Pada AdSense untuk pencarian, pemilik situs web dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs akan mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian tersebut, yang berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian. Pada iklan arahan, pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut.

Istilah dalam AdSense

 

Publisher

Publisher adalah orang atau pemilik situs yang sudah bergabung dan memasang iklan AdSense di situs mereka.

Ad Units

Yang dimaksud dengan Ad Units adalah iklan AdSense itu sendiri. Ad Units terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Yang paling umum adalah jenis iklan teks. Pada saat pengunjung mengklik unit iklan ini, maka (jika sah) pemasang iklan akan mendapatkan pemasukan sesuai dengan nilai CPC-nya.

Channels

Channels adalah semacam label yang dapat diberikan pada Ad Units, Link Units, AdSense for Search, dan Referrals. Satu unit iklan dapat memiliki lebih dari satu label, dan sebaliknya, satu label dapat digunakan untuk lebih dari satu unit iklan. Di halaman laporan Google AdSense, hasil laporan akan dikelompokkan berdasarkan Channels, sehingga penggunaan Channels akan sangat memudahkan publisher untuk menganalisa performa AdSense mereka. Umumnya, publisher akan memberikan nama Channels yang sama pada unit-unit iklan yang ada di satu situs. Jika ingin lebih detail, sah-sah saja untuk memberikan nama Channels yang berbeda pada setiap unit iklan di masing-masing situs. Yang perlu diingat, maksimal jumlah Channels yang diperbolehkan saat ini adalah 200 kanal

Page Impressions

Page Impressions adalah jumlah yang menunjukkan berapa kali halaman yang mengandung Ad Units dibuka oleh pengunjung. Nilainya tidak terpengaruh oleh kuantitas Ad Units yang ada di dalam halaman yang bersangkutan.

Clicks

Clicks adalah jumlah klik pada Ad Units milik publisher. Dalam halaman laporan AdSense, publisher dapat melihat total klik yang ia dapatkan, maupun berdasarkan Ad Units atau Channelnya.

eCPM (Effective CPM)

eCPM atau CPM (Cost Per Million) adalah hasil pembagian antara jumlah pendapatan publisher dengan jumlah impresi halaman (per 1.000) yang ia dapatkan dari iklan-iklannya. Sebagai contoh, publisher yang menghasilkan USD 200 dari 50.000 impressi akan memiliki nilai CPM sebesar USD 4 (USD 200 dibagi 50).

Link Units

Link Units hampir sama dengan Ad Units, hanya saja formatnya mirip dengan format menu yang biasa kita temui di situs-situs web. Yang membedakan Link Units dengan Ad Units adalah pada saat pengunjung meng-klik iklan ini, maka ia akan diarahkan pada halaman hasil pencarian di search engine Google. Publisher baru akan mendapatkan pemasukan apabila pengunjung mengklik salah satu Ad Unit yang ada di halaman tersebut. Pada prakteknya, Link Units terbukti menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan Ad Units biasa.

AdSense for Content

AdSense for Content adalah iklan AdSense yang dipasang di dalam suatu halaman. Iklan-iklan yang muncul adalah iklan-iklan yang berhubungan dengan isi halaman tersebut. Atau istilahnya menggunakan konsep kontekstual. Ad Units dan Link Units adalah yang termasuk dalam AdSense for Content ini.

Alternate Ads

Pada AdSense for Content, iklan tidak selalu muncul. Sebabnya antara lain bisa karena memang stok iklan yang berhubungan dengan isi situs sudah habis atau Google tidak dapat memperkirakan apa isi situs itu sebenarnya. Jika ini terjadi, secara default, yang ditampilkan adalah iklan layanan masyarakat atau sering dikenal dengan istilah PSA (Public Service Ads). Karena bertipe donasi, maka jika diklik, iklan ini tidak menghasilkan apa-apa bagi publisher. Untuk mengatasinya, Google memperbolehkan kita untuk memasang Alternate Ads atau iklan alternatif. Jika Ad Units yang dibuat telah diatur dengan menggunakan Alternate Ads, maka apabila Ad Units tersebut tidak dapat tampil, yang muncul adalah iklan alternatif yang telah diatur sebelumnya.

CPC (Cost Per Click)

CPC adalah jumlah uang yang akan didapatkan oleh publisher apabila Ad Units tertentu diklik. Nilai CPC masing-masing Ad Units berbeda dan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk performa dan kualitas situs milik publisher. Namun secara umum, nilai maksimal yang mungkin adalah 20% dari nilai tawaran dinamis yang ditawarkan oleh pemasang iklan.

Reward
1. Tampilan lebih menarik
2. Banyak dikunjungi / dicari para browser
3. Penjualan laku keras
4. Artikel selalu up date
5. Dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan juta tergantung banyaknya orang yang mengunjungi blog anda

Optimisasi Penghasilan AdSense

Potensi keuntungan mengikuti program AdSense membuat banyak pemilik situs web mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan jumlah klik pada iklan yang mereka tayangkan. Sebagian metode terbukti ilegal dan melawan kebijakan resmi program AdSense. Metode yang lain diperbolehkan, bahkan didorong penggunaannya oleh Google. Beberapa metode yang dianggap sah adalah:
  • Memodifikasi warna unit iklan menggunakan palet warna yang disediakan AdSense
  • Meletakkan unit iklan pada posisi tertentu pada halaman web yang dianggap memiliki tingkat keterbacaan tinggi
 Keuntungan
1. Mampu “memaksa” orang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional
2. Membuat para blogger Indonesia mulai lancar bahasa Inggrisnya 
3.Membuat para desainer web dan para programmer mengenal yang namanya bisnis online
4. Mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya gak pernah terpikirkan, ilmu SEO misalnya.
5.Membuat blogger, desainer web, dan programmer web memahami bagaimana cara meningkatkan rangking, trafik, sebuah blogg
6.Mendapatkan penghasilan dari blogg
7.Meningkatkan penghasilan seseorang
8.Dapat meningkatkan taraf hidup
9.Untuk menambah modal usahanya.
10.Yang pasti membuat bangsa ini bisa tambah maju





Sang Pencerah

Jakarta - Sejarah membuat orang bijak, begitu pepatah lama berkata. Tetapi, menurut filsuf Jean-Paul Sartre, manusia dikutuk untuk terus memilih selama dia hidup. Dan 'Sang Pencerah' yang disutradarai dan skenarionya ditulis oleh Hanung Bramantyo ini juga mengalaminya.

Tidak. Saya tidak bilang kalau film ini jelek. Bahkan, selain 'Catatan Akhir Sekolah' dan 'Get Married', film ini termasuk karya Hanung yang terbaik. Mungkin karena temanya, Yogya dan Muhammadiyah, dekat dengan sang sutradara.

Lihat saja, film berdurasi 112 menit ini berhasil meyakinkan penontonnya untuk menikmati Yogyakarta di akhir abad ke-19. Tentu, selain sang sutradara, Departemen kostum/wardrobe (Retno) sangat berjasa dalam hal ini. Lihat saja bagaimana Kebun Raya Bogor disulap menjadi Malioboro beserta Tugunya. Atau, yang paling spektakular, adalah bagaimana mereka membangun replika Kabah satu banding satu untuk adegan thawaf kala haji, dengan begitu meyakinkan, ditambah footage orang berhaji tempo dulu.

Atau, dalam soal make-up (Jerry Octavianus), bagaimana sang istri, Siti Walidah, baik yang diperankan Marsya Natika atau Zaskia Adya Mecca berkulit sawo matang. Tya Subiakto yang menggawangi music score juga turut menyumbangkan atmosfir yang signifikan.

Satu lagi yang bersinar adalah penata sinematografi Faozan 'Pao' Rizal yang mempersembahkan karya terbaiknya. Para pemain pada umumnya, khususnya Lukman Sardi dan Ikhsan Idol yang menjadi KH Ahmad Dahlan, tampil cemerlang. Juga aktor lainnya seperti Slamet Rahardjo Djarot dan Giring Nidji.

Kisah berfokus pada sejarah hidup pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, sejak lahir hingga mendirikan Muhammadiyah pada 12 November 1912. Ia, beserta 5 muridnya (Sudjak, Fachrudin, Hisyam, Syarkawi, Abdul Ghani)  berada pada masa di mana
praktik-praktik ritual melenceng dari kemurnian ajaran Islam. Atau bagaimana, kala itu, sebuah sekolah Islam dianggap haram memakai bangku dan meja dengan alasan itu semua buatan kafir.

Dan sejarah menunjukkan fungsinya, bagaimana ia menjadi cermin betapa kurangnya Indonesia kiwari akan sosok panutan yang patut diteladani. Juga bahwa sejak dulu hingga sekarang, praktik kekerasan atas nama agama berlangsung. Masa itu, saling
menuding 'kafir' adalah hal biasa, sedangkan pembaruan dianggap sesuatu yang mengancam. Misalnya saja bagaimana Jamaluddin Al Afghani dan Muhammad Abduh yang menjadi mujaddid kala itu dituduh sesat hanya karena menerbitkan Al-Manar (dan,
sebenarnya, al-Urwatul Utsqa) dari Paris.

Yang  menarik lainnya, Kiai kita ini bisa menguasai medan dakwah (lihat adegan di sekolah Belanda) atau menggunakan cara dakwah yang dianggap nyeleneh, bahkan mungkin hingga kini (misalnya, mengajarkan agama dengan biola, atau memakai perumpamaan agama dengan musik), dan tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga koeksistensi alias bekerja sama dengan yang tidak sealiran.

Tentu saja, membuat film sejarah tentang biopic tokoh sekaliber KH Ahmad Dahlan tentu saja tidak mudah, dan Hanung cukup berhasil mengatasinya. Khususnya, berbagai masalah sensitif yang menyangkut Sri Sultan Hamengku Buwono hingga Muslim tradisionalis.

Persoalan mendasar adalah bagaimana menjelaskan karakter mulia KH Ahmad Dahlan yang santun dan toleran disukai baik oleh Muslim atau non-Muslim dan masuk dalam berbagai organisasi macam Jamiat Khaer, Syarikat Islam (SI), hingga Boedi Oetomo dengan visinya untuk pembaruan agama yang mau tidak mau, melawan mayoritas Muslim yang kala itu berbaur dengan mistik kejawen (istilah populernya kala itu: TBC, Takhayul, Bid'ah, Churafat) dan bahkan madzhab Masjid Agung Kauman, simbol aliran agama resmi kesultanan Yogyakarta.

Walhasil, sedikit sekali pembahasan mendalam tentang bagaimana KH Ahmad Dahlan menjelaskan tentang beda 11 dan 23 rakaat salat Tarawih, atau soal Yasinan dan tahlilan, atau mengucapkan gelar Sayyidina (tuanku) setelah nama Nabi Muhammad . Tentu akan menarik bagaimana akhlak mulia Sang Kiai bisa mengatasi perbedaan dan tentu rakyat belum berhenti melihat jamaah terus konfrontasi antara kaum modernis dan tradisionalis berkenaan hal-hal yang sifatnya cabang (furu'iyah).

Pernah saya mendengar berita akan ada adegan tentang Dahlan muda, Muhammad Darwis, melakukan perjalanan laut ke Mekkah untuk berhaji. Di sana, dia bertemu dan bersahabat dengan (nantinya) pendiri Nahdhatul Ulama (NU) KH Hasyim As'ari. Dan
kelak keduanya, bersama Agus Salim, berguru pada orang yang sama, Imam madzhab Syafiiyah di Masjidil Haram asal Indonesia bernama Ahmad Khatib. Sayang adegan ini tidak ada.

Hal lain yang mengganjal adalah ide bahwa nasionalisme KH Ahmad Dahlan makin menyala kala ia bersentuhan dan lalu menjadi anggota Boedi Oetomo. Saya bisa memahami betapa Boedi Oetomo sangat penting dalam mencerahkan pemikiran kebangsaan sang kiai, bahkan sampai bertemu dan berdiskusi dengan Dr Wahidin Sudirohusodo. Dan dari situ timbul konflik yang mengasyikkan, bagaimana ia ditakutkan akan menjadi Islam Kejawen akibat hubungannya dengan organisasi yang didominasi oleh Jawa Ningrat itu. Atau, bagaimana KH Ahmad Dahlan 'berbahasa dengan bahasa kaumnya' dengan memakai beskap, sesuatu yang menjadi simbol orang kafir.

Tetapi, alangkah menariknya bila juga diceritakan persinggungannya dengan SI, organisasi bervisi kebangsaan yang lahir lebih dulu dari Boedi Oetomo dan berasal dari berbagai etnis dan suku seluruh Nusantara.

Tapi saya bisa memaklumi. Hanung terpaksa harus memilih bagian mana yang dimasukkan dan mana yang dibuang.  Adegan dialog tentang barang kafir, atau 'hidupi Muhammadiyah, jangan hidup dari Muhammadiyah', tentu ada.  Tetapi ada hal-hal
sensitif yang kurang diangkat. Dan masalah lainnya adalah tentang bahan-bahan seputar pribadinya, khususnya saat masih bernama Muhammad Darwis, yang cukup langka. Mungkin, kiprah KH Dahlan di SI juga kekurangan bahan. Tentu ini menjadi catatan tersendiri urusan kearsipan di negeri ini.

Sayangnya, ada penyederhanaan soal mengapa Islam di Jawa mempraktikkan mistisme dan sinkretisme. Di awal film, ada pernyataan semua itu karena Syekh Siti Jenar, tetapi bagi yang mengkaji sejarah agama di Nusantara tahu bahwa kondisinya tidak sesimpel itu. Karena, Wali Songo juga mengajarkan tasawuf, dan bahkan ada teori bahwa Islam di abad pertengahan masuk dari Gujarat (India) yang memakai pendekatan 'sufisme' yang kemudian banyak yang terselewengkan atau disalahtafsirkan dan berbaur dengan ajaran lokal. Intinya, bukan tokohnya, tapi salah tangkapnya itulah yang menjadi sumber masalah.

Bagaimana pun, 'Sang Pencerah' adalah sebuah film sejarah yang dibuat dengan layak dengan nilai produksi di atas rata-rata. Sekali lagi, film ini juga menjadikan sejarah sebagai pelajaran di masa kini. Mengutip  sejarahwan Kuntowijoyo:  sejarah itu seperti spiral, dia akan terus berulang tetapi selalu maju ke depan. Misalnya: toleransi, koeksistensi, kekerasan berbalut agama, dan semangat perubahan yang kurang. Inilah sebuah film yang wajib tonton saat liburan Lebaran.

Keajaiban Glass Liquid

Kita tentu mengetahui bahwa Piramid di Mesir, Kuil Parthenon, dan Colosseum hingga saat ini masih bisa kita lihat bentuk bangunan aslinya. Kekuatan dan kokohnya bangunan tersebut tentu sangat menarik untuk dipelajari. Bangunan, seiring dengan waktu akan semakin rapuh pula kekuatannya, karena pengaruh lingkungan. Tentu menjadi impian semua orang memiliki bangunan yang kuat, tahan lama, dan tahan terhadap api. Harapan-harapan tersebut bisa sedikit terjawab dengan ditemukannya glass liquid. Glass liquidGlass atau kaca yang kita temukan sehari-hari adalah material padat pada suhu kamar. Untuk mencairkannya diperlukan suhu sekitar 1400 derajat celcius. Tentu hal yang sulit untuk membuat glass dalam keadaan liquid pada suhu kamar. Tapi bagi Masatoshi Shioda, hal tersebut telah menjadi kenyataan setelah melewati penelitian selama sembilan tahun lamanya. Glass ini berbentuk cairan pada suhu kamar, sehingga dinamakan glass liquid. Sekilas jika dilihat dengan mata, serupa dengan air biasa, namun bila dikeringkan dalam mesin pengering dapat membentuk glass atau kaca.
Cairan ini dibuat dengan mencairkan quartz, yang selanjutnya dalam keadaan liquid atau cairan distabilkan, kemudian ditambahkan dengan sekitar 30 jenis enzim. Fungsi enzim ini adalah untuk menghambat partikel-partikel quartz untuk berikatan (menjadi padat) sehingga menyebabkan quartz tetap dalam keadaan cair.

Kayu tahan api

Kayu merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat rumah atau bangunan. Kayu memiliki sifat sangat mudah terbakar, sehingga jika terjadi kebakaran dapat dipastikan rumah tersebut hangus menjadi abu dan mampu merembet bangunan lainnya. Namun lain halnya jika kayu ini dilapisi dengan glass liquid, menyebabkan tahan api dan tidak mudah terbakar.
Untuk membuktikannya telah dilakukan percobaan dengan membakar miniatur rumah yang terbuat dari kayu. Satu miniatur rumah tanpa dilapisi dengan glass liquid, sedangkan yang lainnya dilapisi dengan glass liquid. Pada percobaan ini, kayu yang tanpa dilapisi glass liquid api dengan cepat membesar dan menimbulkan asap hitam, sedangkan kayu yang dilapisi glass liquid, api tidak membesar, bahkan apinya menjadi padam. Pada akhirnya kayu yang tidak dilapisi glass liquid menjadi abu, sedangkan yang dilapisi glass liquid tetap kokoh.
Pertanyaannya adalah mengapa glass liquid dapat menyebabkan kayu menjadi tahan api? Pada kayu banyak terdapat pembuluh silinder, jika pada kayu dilapisi glass liquid maka glass liquid ini akan menyerap dan menutupi bagian pembuluh-pembuluh tersebut sampai pada kedalaman sekitar lima milimeter. Penutupan pembuluh-pembuluh kayu akan mengubah kayu menjadi lapisan kaca sehingga membuat kayu menjadi tidak mudah terbakar. Seperti disebutkan dibagian awal tulisan ini bahwa untuk mencairkan kaca memerlukan suhu diatas 1400 1400 derajat celcius, sehingga dengan adanya glass liquid ini bangunan atau rumah yang terbuat dari kayu dapat terhindar dari kobaran api bila terjadi kebakaran.

Memperpanjang usia bangunan

Jepang memiliki pemecah gelombang laut yang terbuat dari konkrit untuk mencegah terjadinya gelombang tsunami. Biasanya konkrit untuk bangunan ini terletak pada kondisi lingkungan dingin, mudah terkena air laut, dan sinar ultraviolet yang sangat kuat. Pada lokasi ini pula dilakukan percobaan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh glass liquid terhadap kekuatan konkrit.
Konkrit dari pemecah gelombang laut yang dibangun satu tahun lalu, dengan mudahnya terkena air laut sehingga membuat permukaan konkrit menjadi terkorosi dan mudah terkelupas. Namun konkrit yang telah dilapisi dengan glass liquid tidak ditemukan adanya korosi.
Mengapa ketahanan konkrit meningkat? Pada konkrit terdapat banyak rongga kosong, dengan dilapisi glass liquid, akan menutupi rongga kosong tersebut dan kemudian akan terbentuk lapisan kaca. Sehingga air laut dan gas CO2 yang merupakan penyebab terjadinya korosi pada konkrit dapat dicegah.
Konkrit yang digunakan saat ini memiliki masa durability sekitar 50 tahun. Adanya lapisan kaca pada konkrit membuat masa durability konkrit menjadi lebih tinggi, diperkirakan mencapai 200 tahun. Selain itu penggunaan glass liquid ini sangat ramah lingkungan, tidak ada efek samping dan bahaya yang ditimbulkan. Hingga saat ini penggunaan glass liquid ini sudah meluas diberbagai kawasan di Jepang, misalnya terowongan di Hokkaido.

Glass liquid vs Asbes

Asbes merupakan bahan berbahaya bila dipakai pada sebuah bangunan. Serabut asbes apabila terbang diudara sangatlah berbahaya karena bisa mengakibatkan kanker paru-paru pada penghirupnya. Saat ini, pemakaian asbes pada bangunan sudah dilarang diseluruh Jepang mengingat bahaya yang ditimbulkan. Namun diyakini pemakaian asbes di Jepang masih tersisa dibeberapa bangunan.
Saat ini, cara penguraian asbes ada dua cara, yaitu dengan memerangkap pada pelarutnya atau melebur pada suhu tinggi. Tentu kedua cara ini tidaklah gampang dan memerlukan biaya yang cukup mahal.
Pemakaian glass liquid dengan cara menyemprotkan pada asbes, akan terbentuk lapisan kaca dan menutupi lapisan serabut asbes sehingga serabut asbes mengeras (10 jam berikutnya akan menjadi keras secara sempurna). Hal ini menyebabkan serabut-serabut asbes tidak terbang di udara bebas. Cara ini sangatlah mudah dan hanya tidak memerlukan biaya mahal. Selain itu asbes yang yang sudah mengeras ini bisa diolah lebih lanjut menjadi bahan yang tahan api mencapai suhu 1200 derajat celcius.
Walaupun cara ini belum dijadikan cara resmi pemerintah Jepang dalam penanganan asbes, bukan tidak mungkin cara ini akan menjadi cara resmi mengingat begitu banyak manfaat dan keuntungan yang diberikan oleh glass liquid ini.
Penemuan glass liquid ini memberikan dampak besar dalam industri kontruksi karena mampu meningkatkan kualitas konkrit dan membuat bangunan yang terbuat dari kayu menjadi tidak mudah terbakar. Apabila diterapkan di industri konstruksi Indonesia akan membawa dampak positif, bangunan menjadi kuat, jalan tidak mudah rusak, dan pada akhirnya diharapkan dapat menghemat anggaran negara dalam pembangunan sarana transportasi publik. Wallahu alam bishawwab
Sumber: http://www.beritaiptek.com

Taufik Kalah, Indonesia Pulang Tanpa Gelar

Indonesia kembali menelan kekecewaan setelah satu-satunya wakil di final yaitu Taufik Hidayat harus mengakui kehebatan lawannya dari china, Chen Jin.
Taufik kalah dua game langsung oleh Chen Jin 13-21, 15-21 dalam 47 menit.
Kegagalan ini membuat Indonesia untuk yang ke untuk dua kalinya berturut-turut tidak meraih gelar dalam kejuaraan dunia.

"Harus kita akui, dan berlatih lebih keras lagi," ujar Sekjen Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yacob Rusdianto atas kegagalan Indonesia .
Dia menilai Taufik sudah main bagus. tetapi, lawannya lebih bagus. Bahkan, semua serangan Taufik mampu dikembalikan, termasuk bola-bola sulit yang dilancarkannya selalu dapat diantisipasi Chen Jin.
"Tim China betul-betul sudah mempelajari permainan lawan termasuk Taufik, kita harus akui mereka memang yang terbaik untuk saat ini," 
Yacob yang sebelumnya mengatakan bahwa Kejuaraan Dunia tersebut akan menjadi gambaran Indonesia di Asian Games yang berlangsung di Guangzhou, China, akhir tahun ini. Dan, pihaknya akan memanfaatkan sisa waktu tiga bulan untuk melakukan persiapan yang baik.
"Kami ditarget satu medali (di Asian Games), tentunya akan kita usahakan maksimal. Persaingan ketat dan Lin Dan pun di sini bisa kalah, jadi sisa tiga bulan dengan persiapan yang baik mudah-mudahan bisa berhasil," katanya berharap.

Menghindar dari si teroris kecil bernama LPG

Dahulu kasus LPG (Liquefied Petroleum Gas) meledak tidak seramai tahun ini. Sudah banyak korban yang diakibatkan dari penggunaan LPG terutama dari tabung LPG yang ukuran kecil 3Kg. Kalau ditanya siapa yang salah pasti saling menuding, yang satu bilang kalau yang salah pemerintah sedangkan satunya lagi bilang kalau cara pemasangan regulatornya, ininya, itunya tidak sesuai dengan tata cara atau aksesoris *halah* LPG tidak masuk kategori SNI (Standar Nasional Indonesia).
Suatu hari secara tiba-tiba di kamarku tercium bau kotoran kebo. Penasaran juga mencari sumber bau itu, dan ternyata berasal dari tabung LPG. Dulu bau gas yang keluar dari LPG tidak bau kotoran kebo, aku ingat betul dengan bau gas itu. Sebetulnya gas dari tabung LPG itu adore-less atau tidak berbau. Tetapi para ilmuwan sepakat *halah* untuk memberi aroma sebagai penanda bahwa tabung mengalami kebocoran. Di sini aku protes kenapa para ilmuwan memilih bau kotoran kebo sebagai penanda? Kenapa tidak memilih aroma yang lebih nose-friendly?
Aku sendiri sudah mencoba bermacam cara untuk menghindari kebocoran dari tabung LPG itu, mulai dari mengganti regulator yang harganya lebih mahal yang konon katanya lebih aman, mengganti seal karet dengan yang baru sebelum memasang regulator, sampai menambahkan pengaman segitiga untuk mengunci regulator pada tabung. Tapi tetap saja dalam hitungan hari masih saja tercium bau kotoran kebo, bau pilihan para ilmuwan *halah*. Akhirnya jadi ingat moto “secure for now, may not secure for tomorrow“.
Entah ini sebagai solusi atau bukan kami beralih menggunakan Blue Gas. Regulatornya mempunyai bentuk yang berbeda, dia menggunakan ulir. Dengan menggunakan ulir kemungkinan gas bocor bisa diminimalisir. Kemungkinan bocor bisa terjadi dari selang antara ujung regulator sampai dengan kompor. Penggunaan Blue Gas mungkin belum memasyarakat, yang menjual juga tidak begitu banyak. Aku sendiri di kota Malang membeli Blue Gas di daerah pasar Sukun. Mungkin ini salah satu solusi, bisa jadi bersifat sementara atau selamanya sampai ada solusi yang lebih baik.
Ssttt.. yang jual Blue Gas di pasar Sukun engkoh moody. Kadang baik, kadang juga sering menatap sinis ke pelanggannya. Bagiku lebih mudah menghadapi engkoh moody dari pada bau kotoran kebo pilihan ilmuwan.

Saran Merawat Gitar

Berikut ini ada tips untuk merawat alat musik gitar yang disarikan dari portal gitaris. Berikut tipsnya.

* Paling tidak seminggu sekali, bersihkanlah senar gitar Anda. Para peneliti beranggapan bahwa saat bermain gitar, tanpa disadari manusia mengeluarkan keringat cukup banyak dari tangannya. Ini karena kerja otak dan gerak tangan yang cukup menguras energi. Hal ini jarang disadari para gitaris.

Lihatlah gitar Anda, apakah banyak daki di setiap permukaan yang dibatasi tiap fret-nya (fretboard). Itu disebabkan setelah bermain, senar gitar Anda terkena keringat Anda, juga kotoran, debu, dan lain lain. Apabila Anda tidak rajin membersihkan senar, juga akan timbul karat di senar yang menyebabkan suara menjadi cempreng dan fals.

Senar gitar bisa dibersihkan dengan cara dilap dengan bahan kaus yang lembut. Bila perlu dibasahi dengan cairan string cleaner (pembersih senar) yang tersedia di toko-toko musik. Bersihkanlah senar gitar Anda di seluruh bagian senar.

* Kendurkan Senar

Selain membersihkan senar gitar, Anda juga perlu mengendurkan senar gitar bila tidak dipakai lama. Ini bertujuan agar neck gitar Anda tidak melengkung. Senar gitar yang disetel adalah tali yang ditegangkan, dan penegangan ini akan menarik dua sisi yang menegangkan. Pada gitar, tarikan akibat ketegangan lini bisa membengkokkan neck, walau kemungkinannya kecil.

* Letakkan yang Benar

Meletakkan gitar yang benar adalah terlentang, dengan bagian neck bersenar menghadap ke atas. Biasanya, setelah memainkan gitar, orang akan meletakkan gitar berdiri, yakni posisi ujung neck bagian atas ditempelkan di dinding atau diletakan miring di lantai.

* Bersihkan Gitar
Hal ini sangat tidak baik untuk gitar karena akan membuat neck bengkok perlahan-lahan. Bila Anda memiliki studio atau panggung pertunjukan yang berisikan alat-alat musik, ingatkan kepada segenap pemain agar meletakkan gitar dengan benar.

* Buatlah Kinclong

Punya gitar kinclong (mengkilap) siapa yang tidak suka. ah untuk membuat gitar mengkilap, cukup dilap dengan bahan kaus, baik bodi, neck, senar, dan seluruh bagian gitar. Untuk bagian pick-up di bawah senar yang agak susah dibersihkan debunya, bisa menggunakan kuas cat.

* Ganti Senar

Jika senar Anda sudah berkarat, gantilah. Jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan, tapi warna suaranya juga menjadi tidak keruan, dan merusak fret gitar. Selain itu, jari-jari kita juga bisa sakit. Belum lagi kalau senar itu putus dan kemudian melukai tangan kita.

Biasakan untuk mengganti senar gitar satu set sekaligus, 6 buah. Hal ini untuk mencegah belangnya warna suara antara senar baru dan senar lama. Jadi bila senar Anda sudah lama dan putus salah satunya, disarankan mengganti semuanya.

* Bersihkan Fretboard

Fretboard adalah tempat bersarangnya daki akibat keringat dari jari dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa manjadi kerak. Setiap Anda mengganti senar, sekalian bersihkan fretboard-nya dengan pick gitar, lalu lap dengan bahan kaus.

* Jangan Dibanting

Jangan suka membanting gitar Anda karena akan memengaruhi suara dan bodi gitar. Apalagi gitar merupakan alat musik yang lumayan mahal, kecuali gitar-gitaran 



Dikutip dari berbagai Sumber.

KATAK TELAH JADI SAYA

   Dulu-dulunya, baik kata orang tua baik kata kata buku-buku, saya adalah seekor katak. Dan saya tidak kepingin membantah keterangan itu. Sebab saya pikir itu wajar saja. Menurut cerita orang-orang selanjutnya, bahkan saya adalah seorang pangeran yang mewarisi sebuah kerajaan di pesisir laut Jawa. Itupun saya pikir wajar juga. Jadi biarlah.
   Tetapi menurut saya, dulu-dulunya saya memang seekor katak. Pada waktu saya menjadi katak itu, saya ingin menjadi lembu, tetapi tidak terlaksana. Dan sekarang saya ini telah menjadi manusia, satu hal yang tidak pernah saya inginkan.
      Ceritanya begini:
      Waktu itu saya adalah seekor katak. Saya tinggal di sawah Pak Tani. Pekerjaan saya tentu berceloteh, kalau malam. Siang hari bengong atau melompat-lompat. Tapi saya punya pacar juga. Namanya Yoan. Orangnya, eh, kataknya, mungil dan lucu. Pipinya gemuk. Matanya bundar, besar, dan suka berkedip-kedip seperti cicak mabuk tembakau.
      Kami pacaran tidak kenal waktu. Pagi, siang, sore, atau malam, tidak peduli pada apa pun dan siapa pun juga. Juga tidak peduli pada ular yang tanya kenapa hujan turun-turun aje, atau sang bangau atau sang ikan. Pokoknya kalau hujan, ya hujan aje, nggak usah ribut.
      Tempat pacaran kami adalah di balik semak-semak, persis seperti orang, supaya aman, supaya tidak diketahui sapi. Sering juga kami pacaran di balik tanaman padi. Tetapi kami tidak ingin mati di atas padi seperti ayam yang sial, seperti peribahasa itu lho! Karena itu kami sangat hati-hati.
     Tetapi dasar sial. Suatu ketika lembu berjalan seenaknya di tengah sawah itu (dan sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa Pak Tani membiarkan lembu itu berjlan-jalan di tengah sawah yang hampir panen, sebab hal itu akan menyebabkan rusaknya padi), tetapi karena hal itu mesti terjadi juga, yah apa boleh buat. Yoan kekasih saya itu akhirnya keinjak dan mati. Dasn karuan saja saya jadi pusing tujuh keliling. Saya getun. Sempoyongan dan patah hati. Dan betapa bencinya saya kepada lembu itu.
     Lalu adalah wajar jika kemudian saya mempunyai dendam tak alang kepalang kepada makhluk gemuk yang dungu itu. Dan dendam itu semakin bertambah besar ketika saya menyadari bahwa bagaimanapun saya tidak mungkin menggebrak si dungu itu, karena badan saya kecil dan tenaga saya sedikit. Satu-satunya jalan adalah menjadi lembu dahulu supaya bisa mengimbangi kekuatannya. Untuk itu diperlukan doa. Dan saya lantas berdoa siang dan malam supaya bisa menjadi lembu. Tetapi rupanya memang benar bahwa doa yang disertai iktikad jahat tidak akan pernah terkabul. Akan sia-sia dan usaha saya itu memang sia-sia. Saya tetap hanya menjadi katak. Dan lembu itu masih juga penentang-petenteng ke saya ke mari sambil terus-menerus hendak menginjak-injak saya.
     Dan saya telah kehilangan Yoan, sungguh merana nasibnya. Badan saya kian menjadi kurus, sakit-sakitan serta lebih sering lagi bengong. Bloon banget deh!
     Saya jadi lebih sering menyendiri atau pergi ke tepi sungai, nongkrong di atas bak sambil memandangi riak air yang mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut.
     Dan pada saat itulah datang Batara Narada dari Jonggring Saloka, turun ke Marcapada, ke tepi sungai itu, menemui saya. Dan saya yang sama sekali tidak menyanggka kalau akan didatangi dewa, tentu saja jadi terkejut. Saya lantas melompat terbirit-birit. Dan Batara Narada yang gembrot itu lantas sibuk kian kemari hendak menangkap saya. Giigih sekali. Saya jadi tambah takut, meskipun diam-diam merasa geli melihat seorang dewa bertingkah seperti katak, melompat-lompat hendak menangkap katak. Saya jadi ingat Yoan pacar saya yang pernah menyanyi, " Mama, lihatlah, saya melompat ....  dan seterursnya."
     "Kemarilah sang kodok!" kata dewa itu, kecapaian. Saya kasihan juga. Lalu saya berhenti dan menghampirinya.
     "Ada apa?" tanya saya, "Kok jauh-jauh dari langit turun ke sungai, seperti dari mana datangnya cinta dari sawah turun ke sini."
     "Saya bertanya kepadamu, kenapa kamu bertapa terus?"
     "Saya?"
     "Iya, kamu. Kenapa kamu bertapa terus, apa yang kamu kehendaki?" tanya dewa itu lagi.
     Saya tambah tak mengerti. Soalnya saya tidak pernah bertapa selama ini. Saya hanya pernah berdoa untuk jadi lembu, dan itu tidak terkabul, lalu saya berhenti berdoa dan sekarang saya sudah tidak kepingin jadi lembu. Saya hanya kangen sama Yoan. Itu saja. DAn karena itulah saya lantas sering nongkrong di tepi sungai itu, nglamun. Sekarang turun seorang dewa yang mengira bahwa saya bertapa. Dewa apaan itu?
     "Baiklah." Kat dewa itu lagi. "Biarpun kamu tidak menjawab pertanyaanku, aku sudah tahu bahwa kamu ingin jadi manusia. Nah, sekarang jadilah kamu manusia! Puah!"
     Dewa itu menghilang dengan gaib. Dan saya terbengong-bengong. Saya merasa betapa badan saya menjadi besar. Dan ketika saya menengok ke dalam sungai, saya menlihat bahwa saya telah menjadi manusia. Bukan main. Saya tak habis pikir. Betapa tololnya dewa itu. Tetapi apa boleh buat katak telah jadi orang. Saya hanya bisa menerima.
    
    

selamat datang selamat datang !!

Powered by Blogger